Di
zaman modern seperti sekarang ini, dunia sedang mengalami kemajuan yang
sangat pesat, terutama dalam hal teknologi informasi dan komunikasi
(TIK). Semakin ke sini, teknologi yang diciptakan semakin canggih.
Teknologi informasi dan komunikasi tersebut diibaratkan seperti sebuah
payung besar terminologi yang akan mencakup seluruh peralatan teknis
dalam hal memproses dan menyampaikan suatu informasi. Teknologi
informasi dan komunikasi adalah sebuah ilmu yang dapat mengajarkan
manusia dalam melakukan proses komunikasi dan penyebaran data atau
informasi melalui suatu teknologi.
Perkembangan
yang terjadi pada teknologi informasi dan komunikasi tersebut juga
telah memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan manusia, salah
satunya dalam bidang musik. Bidang tersebut tidak luput dari kemajuan
teknologi digital. Arus informasi yang terjadi semakin meningkat melalui
media internet yang bersifat global di seluruh dunia. Dan hal tersebut
menuntut kita untuk bisa beradaptasi dengan kecenderungan yang ada
apabila tidak mau dianggap sebagai manusia yang ketinggalan zaman atau
biasa kita sebut dengan “jadul”.
Berbicara
tentang teknologi musik, maka sudah dapat dipastikan bahwa terjadi
banyak perubahan dalam hal tersebut. Pengertian teknologi musik itu
sendiri adalah suatu teknologi yang terkait dengan seni musik, khususnya
pada penggunaan segala perangkat elektronik dan perangkat lunak
komputer dalam memfasilitasi pemutaran, rekaman, penyimpanan, komposisi,
serta penampilan. Selain itu, teknologi tersebut meliputi beberapa
aspek teknis dan ilmiah musik, seperti ilmu akustik, pemprograman, musik
psikologi atau sosiologi, dan praktek bisnis dalam industri musik.
Awalnya,
teknologi musik hanyalah sebatas pada penggunaan instrumen-instrumen
yang mengeluarkan suara hingga menciptakan suatu harmonisasi tertentu
serta menghasilkan alunan yang enak didengar oleh siapapun. Di akhir
tahun 1870, TA Edison menemukan teknologi phonograph untuk pertama
kalinya. Dan karena hal tersebut, muncul lah sebuah instrumen tunggal
yang bisa kita nikmati kapan saja dan di mana saja. Penemuan teknologi
tersebut tentunya selalu berkembang seiring dengan berjalannya waktu.
Pada
tahun 1960, khususnya di Negara Amerika Serikat, industri musik
mengalami perkembangan yang cukup pesat. Keberagaman musik yang ada,
mulai dari musik Rock and roll, Jazz, Soul, Country, dan lain sebagainya
telah menciptakan begitu banyak karya serta melahirkan pemusik-pemusik
baru. Peristiwa ini pun sangat didukung oleh perkembangan teknologi di
dunia musik. Sebagai contoh, dengan adanya radio FM, terjadi kemajuan
dalam dunia rekaman yang menggunakan teknologi track record dan
teknologi-teknologi lainnya.
Di
era digital ini, kita dapat mendengarkan ratusan bahkan ribuan lagu
hanya dari sebuah alat yang bentuknya lebih kecil dari kotak korek api.
Komposisi dari suatu lagu yang cukup rumit dapat dibuat dalam waktu yang
singkat dengan menggunakan bantuan sebuah laptop kecil yang memiliki
ukuran hampir sama dengan text book.
Yang lebih hebatnya lagi, sekarang teknologi musik, baik itu alat
musiknya, perekamnya, maupun pemutarannya dapat dilakukan melalui sebuah
smartphone.
Dengan smartphone,
kita juga dapat melakukan hal apapun yang berhubungan dengan musik.
Teknologi tersebut bisa berperan sebagai alat musik, perekam musik,
serta pemutar musik sekaligus. Apabila teknologi tersebut terhubung
dengan media internet, maka secara otomatis teknologi tersebut dapat
berubah menjadi manajer musik yang dapat memasarkan produk-produk atau
suatu karya yang berhubungan dengan musik ke publik luas, baik itu
melalui situs yang bersifat professional maupun melalui media sosial,
seperti Facebook, Twitter, Smule, atau Soundcloud.
Soundcloud,
Smule, dan aplikasi 8track merupakan contoh-contoh dari aplikasi yang
sudah tidak asing lagi bagi dunia musik digital seperti sekarang ini.
Dengan aplikasi Soundcloud, kita dapat berkomunikasi dengan teman-teman
di dunia maya. Selain itu, kita juga dapat berbagi kreasi musik melalui
sebuah rekaman suara, saling berinteraksi, berbagi ide tentang musik,
dan lain sebagainya. Sedangkan, dengan aplikasi 8track, kita dapat
mengkompilasikan musik-musik apa saja yang kita sukai.
Sebenarnya,
pendidikan, musik, dan teknologi merupakan tiga hal yang pada saat ini
sulit untuk dipisahkan. Dewasa ini, seiring dengan perkembangan
teknologi, musik telah mengalami perubahan yang cukup banyak. Pada
umumnya, musik dibagi menjadi 2 jenis, yaitu musik klasik dan musik non
klasik. Mungkin hanya musik klasik lah yang sedikit mengalami perubahan.
Hal tersebut dikarenakan pendidikan musik klasik seperti piano,
trompet, dan berbagai instrumen klasik lainnya didasarkan pada
partitur-partitur yang sudah ada dan tidak bisa diubah lagi.
Para
pemain alat musik klasik sudah terbiasa memainkan sebuah lagu tanpa
bantuan microphone sebagai alat pengeras suaranya, karena dalam
memainkan lagunya mereka hanya mengandalkan akustik pada ruang
konsernya. Akan tetapi, secara tidak sadar perkembangan musik klasik
sudah dipengaruhi oleh teknologi-teknologi musik yang ada. Hal tersebut
dapat dibuktikan dengan adanya bantuan dari teknologi yang bernama
Gramaphone. Gramaphone adalah sebuah label musik yang berfokus pada
produksi musik klasik. Sejak 1923, teknologi tersebut telah menghasilkan
beberapa rekaman musik klasik yang dianggap paling baik di seluruh
dunia.
Selain
musik klasik, terdapat pula musik non klasik. Berbicara tentang musik
non klasik, maka mau tidak mau kita juga harus membicarakan teknologi
yang terkait. Contoh teknologi yang paling mudah adalah gitar listrik,
bass elektrik, dan keyboard. Dalam hal ini, gitar listrik sangat
membutuhkan alat yang bernama amplifier agar gitar tersebut dapat
digunakan. Pemain gitar listrik yang baik harus dapat mengetahui
kegunaan dari masing-masing stomp box, cara agar mendapatkan suara atau sound yang paling baik, dan harus bisa membuat set up efek yang berbeda dengan gitaris lainnya sehingga gitaris tersebut memiliki ciri khas tersendiri.
Dalam
dunia pendidikan musik (les), instrumen-instrumen seperti gitar listrik
selalu menggunakan musik yang sudah jadi pada saat latihannya. Hal ini
biasa disebut dengan sebutan “minus one”. Pada zaman dulu, “minus one”
biasanya diambil dari sebuah kaset atau CD yang sudah jadi dan kemudian
dimainkan untuk mengiringi sang gitaris atau bassist. Namun, cara
tersebut sudah banyak ditinggalkan oleh banyak orang. Mengapa demikian?
Karena pada masa kini, para guru les dapat dengan mudah membuat sendiri
“minus one” tersebut. Dengan menggunakan software-software yang ada,
seperti Band In Box, para guru dapat membuat sebuah “minus one” lengkap
dengan drum, keyboard, gitar, dan bass seperti layaknya sebuah band.
Keuntungan lainnya adalah semua hal tersebut dapat dilakukan dalam waktu
yang singkat.
Pendidikan
musik di dunia pada saat ini, bukan hanya terletak pada aspek
pembelajaran teknik atau cara memainkan piano yang benar, menciptakan
efek gitar listrik yang baik, atau mempelajari bagaimana menghasilkan
sound bass yang baik. Akan tetapi, juga harus mempelajari seluruh
software yang dapat membantu pekerjaan para musisi. Zaman sekarang,
software musik sudah sangat beragam, mulai dari software untuk
recording, editing suara, bahkan efek gitar listrik. Oleh sebab itu,
terbukti bahwa pendidikan musik dan teknologi tersebut saling
berhubungan satu dengan yang lainnya.